Wednesday, August 29, 2012

Lyrics of the OST. Perahu Kertas ;)

Finally, I bought this CD last weekend!!!


Haha, abis nyari di 4shared belum ada yang upload, jadi yaaa beli aja deh. (Ketauan deh, gue suka mengunjungi 4shared!)

Eh, abis beli CDnya, ternyata kata temen-temen, di 4shared udah ada yang upload Full Album. Haha. Tapi nggak apa-apa. Beli CD itu kadang menghasilkan kebanggaan tersendiri dibandingin download biarpun biasanya juga gue suka download lagu, hihi.

Okay, buat temen-temen yang suka lagu-lagunya dan mau tau lirik-lirik lagunya, gue post disini ya. Contekkannya dari CD-nya langsung lho! *bukan sombong, nih, hehe.

1. Perahu Kertas, performed by Maudy Ayunda

Perahu kertasku kan melaju
Membawa surat cinta bagimu
Kata-kata yang sedikit gila
Tapi ini adanya

Perahu kertas mengingatkanku
Betapa ajaib hidup ini
Mencari-cari tambatan hati
Kau, sahabatku sendiri, hidupkan lagi
Mimpi-mimpi (cinta-cinta)
Cita-cita (cinta-cinta)
Yang lama kupendam sendiri
Berdua, ku bisa percaya

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara miliaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku
Menemukanmu...

Tiada lagi yang mampu berdiri 
Halangi rasaku, cintaku, padamu

2. 2 Manusia, performed by Dendy Mike's

Meski jalan ini, masih kan trus berputar
Ujung jalan ini, engkau dan aku yang tahu
Semua yang tertawakan kita
akan berbalik, berharap menjadi kita

Meski awan ini masih trus membayangi
Warna langit ini sejatinya kita tahu
Ada dua bintang tuk kau dan aku 
Menanti kita kembali tuk bersama

Reff :
Di angkasa, terlukislah kisah kita
Dua manusia yang berputar demi cinta
Mungkin cuma aku dan kamu
Tak terperdaya pekat badai ini
Mungkin cuma aku dan kamu
Yang percaya ini semua kan jadi nyata
Meski langkah ini kadang bertambah berat
Sudikah kau tunggu? Relakah kau melepasku?

Reff.
Mungkin cuma aku dan... kamu

3. Tahu diri, performed by Maudy Ayunda

Hai, selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau ada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak berdiri di depanmu kini
Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati

Dan upayaku tahu diri
Tak s'lamanya berhasil
'Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan s'gala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah

Berkali-kali kau berkata
Kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku t'lah berjanji
Menyerah...
Dan upayaku tahu diri
Tak s'lamanya berhasil...

Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah lagi..

4. Langit amat indah, performed by Rida Sita Dewi

Lihatlah jauh
Sejauh batas anganmu
Apa yang kau cari
Telah kau miliki
Bersamamu tanpa kau sadari

Ku yakin hujan kan berhenti
Terpana indahnya mentari
Kita yang menari
Berlagu misteri yang tersingkap
Tanpa tersadari

Yang kurasakan tak mungkin kuingkari
Di langit ini terlukis
Hatiku...
(Hatimu)...

Dan birunya semakin biru
Tak kan berhenti
Seluas yang tak kan terperi
Dan Kusadari,
Memahami,

Bersamamu langit amat indah
(Karenamu langit amat indah)

Hidup amat indah

5.  A New World, performed by Nadya Fatira

These days are gonna be those days
Which I'll look back with a happy smile
And a twinkle in my eyes
And life will never be the same
A different life than the one we've had
From our simple, fun, fairytales

It's strange, it's a new, new world
It's loud, it's a hectic world
And I miss my home, I miss myself
And I miss you
And yet, I finally found that love
Inside my soul
And I jump in joy and I sing my heart away

Your face is gonna be that face
That I'll look back with a loving smile
And a warm glow in my heart
And love will never be the same
A kind of love that I hold so dear
Yet I'm ready to let it go

Will you remember how we are?
Will you stay with me when I try
To be a better one for you?
In this new world...

6. Cinta Yang Tak Mungkin, performed by Elyzia Mulachela

Ku pejamkan mata ini
Ku tertidur tanpa lelap
Tapi ku bermimpi kau jadi milikku
Suaramu tetap bernyanyi

Walau sadar ku kian tak ada
Namun ku bahagia lagumu milikku
Indah senyuman takkan bisa pudar
Makin indah di hatiku

Walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi
Apapun yang kau ciptakan
Ku akan berjuang dapatkan
Jika kau bahagia aku semakin bahagia
Indahnya wajahmu takkan pernah sirna
Makin terang di hatiku

Walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi
Indah senyumanmu takkan bisa pudar
Makin indah di hatiku
Walau ku sadari itu cinta yang tak mungkin jadi
Meski ku tak bisa memiliki dirimu
Takkan ku berpaling pergi (berpaling pergi)
Makin ku mencintai ku lepas kau kekasih
Biar terbang tinggi cinta yang tak mungkin
Terbang tinggi

7. How Could You? (Movie Version), performed by The Triangle

For all the things that you said
For all the lies that we pledged
For all the very best days
How could you do this to me?

The things we did to stay sane
The walks we had in the rain
The places we used to hate
How could you do this to me?

Look at me now I'm falling to pieces
I don't know what to do now
I'm lost within this fire inside me

For all the love that we shared
For all the times that we bled
For all the paths we walked down
How could you do this to me?

Your laughter under the stars 
The times you slept in my car
The people we made fun of
How could you do this to me?

Look at me now I'm falling to pieces
I don't know what to do now
I'm lost within this fire
Look at me now I'm falling to pieces
I don't know what to do now
I'm lost within this fire inside me

8. Behind The Star, performed by Adrian Martadinata

Back to the days where I'm counting the years
Clock never seems to alive
And all I can do is believe what she said
Love never goes to sleep

But miles and miles away
Far across the sea
Thousand miles away
Far behind the star
I miss her uhh I miss her
Uhhh uhhh uhhhh

This is my story this my story
And miles and miles away
Far accross the sea
Thousand miles away
Far behind the star
I miss her uhh I miss her
Yeah, I miss her
Ohh, I miss her

So, those are the lirik-lirik lagu di film Perahu Kertas
Segera beli CD-nya ya, masa download mulu. Haha, di CD-nya ada foto-foto beberapa adegan dalam film juga loh! You'll love this CD. Hehe

Movie Marathon: Step Up Revolution & The Bourne Legacy

Hari ini tumben-tumbenan jadwal gue kosong alias nggak ngapa-ngapain. Haha.
Akhirnya tercetuslah ide buat nonton maraton dua film dalam 1 hari. Maunya sih, Step Up Revolution sama Perahu Kertas (lagi). Dan rencananya mau nonton sendiri.
Eeh, ternyata oh ternyata, ada temen yang bisa dan mau nonton maraton juga.
Yaudah, jadinya hari ini gue dan seorang teman random (gue nggak jadi nonton sendirian) memutuskan untuk ketemuan di Plaza Indonesia, nonton 2 film sekaligus dalam 1 hari. Step Up Revolution sama The Bourne Legacy.
Ini kali-kali pertamanya nih, gue berhasil nonton 2 film berturut-turut, biasanya sih, gagal terus, karena jadwal tayang filmnya yang selaluuuu bentrok. Hmm.

Film pertama yang mau ditonton itu Step Up Revolution. Mainnya jam 13.15. Gue berangkat jam 11 lewat dikiiiiit banget dari rumah. Eh karena ada satu macam hal yang mengganggu perjalanan, akhirnya nyampe di PI mepeeet banget jamnya, untung masih sempet dan nggak keburu mulai filmnya.


For me, Step Up Revolution was really awesome!!! Gue suka sama film-film genre begitu. Drama iya, tapi ada seninya juga. Ceritanya ringan, nggak berbelit-belit. Cumaaaa yaaa, ada satu peran yang agak ngeselin. Eddy namanya. Haha. Ceritanya berkisaran tentang sebuah klub dance bernama The Mob yang mau ikut kontes di YouTube. Bakal dapet hadiah kalau videonya ditonton oleh 100 juta pengunjung. Tapi akhirnya mereka didiskualifikasi karena adanya suatu masalah. Leader of The Mob bernama Sean. Ketemu sama seorang cewek bernama Emily. Jatuh cinta deh mereka. Terus ya begitu deeeh, tonton aja sendiri (daripada eyke spoiler, cyin). Haha.
Sepanjang film, mata dihibur dengan gerakan-gerakan tari yang, aduhay!!! Keren! Hehe.
So, what are you waiting for? Tonton aja gih :D

sumber : http://www.imdb.com/title/tt1800741/

Selesai nonton film itu, gue sama temen gue makan dulu nih ceritanya di HokBen eX, sambil nungguin film The Bourne Legacy yang akan main jam 15.45.
Abis beli tiket dan selesai makan, langsung masuk deh ke studio.

sumber : http://www.imdb.com/title/tt1194173/

Pertama-tama sih, filmnya bikin ngantuk. Gue juga masih agak kurang ngerti ceritanya tentang apa. Tapi kesini-sininya, adegannya mulai seru. Kejer-kejeran. Tembak-tembakkan. Ada yang mati dengan hanya minum pil berwarna kuning. Ada yang dikejer-kejer ledakkan bom. Haha, macem-macem deh, yang jelas gue yang tadinya ngantuk jadi nggak ngantuk lagi.
Gue udah nggak peduli deh, gue bakal ngerti jalan ceritanya apa nggak, tapi liat adegan ada orang tembak-tembakkan, bunuh-bunuhan, kejer-kejeran, jadi bikin film ini menarik dengan sendirinya di mata gue. Haha.
Ujung-ujungnya, geregetan sendiri nontonnya, tapi yaaa, endingnya lumayan lah. Lumayan membuat gue tersenyum haha karena nggak mengecewakan.
Palingan film ini bikin gue agak bete terhadap adanya satu kenyataan baru. Manusia sekarang, dengan mudahnya diprogram. Disuntik sesuatu lah, dikasih minum pil ini, atau pil itu, demi bisa mengubah susunan genetik seseorang, dan akhirnya dimanfaatkan untuk satu dan lain kepentingan. Haha, menyedihkan sekali ya jadi manusia-manusia begitu.
So, mumpung hari ini baru tayang perdana, cepet-cepetan deh nonton nih film, karena pasti bakal masih bercokol di bioskop-bioskop dalam waktu dekat.

Usai menuntaskan keinginan mata untuk menonton, akhirnya gue sama temen gue memutuskan buat bersantai-santai dulu di Starbucks sambil numpang ngecas. Haha. Emang Starbucks tuh surganya colokan. Tiap sudut pasti ada colokan. Masalah baterai hp abis teratasi sudah.
Cerita demi cerita sama temen gue mengalir. Curhatan demi curhatan juga nggak mau ketinggalan dibahas.
Akhirnyaaa, karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.30, kita mutusin buat pulang deh! Soalnya rumah masing-masing jauh. Haha.

Yang jelas, gue berhasil menggagalkan kegabutan gue hari ini dan rencana gue buat nonton maraton berhasil. Yeay!
Thank you for today, teman random!

Saturday, August 25, 2012

8 hari untuk selamanya ♥ (Part III)

Hari 6, 7, dan 8 dihabiskan di belahan Jawa bagian Barat.
Lembang - Bandung - Puncak (lagi)!!!

HARI KEENAM - KETUJUH
21 Agustus 2012 dan 22 Agustus 2012

Merengguk dinginnya West Java

Pagi pukul 09.00, bokap udah ribut-ribut nyuruh gw mandi. Padahal katanya berangkatnya jam 11.00. Bangun dengan malas, mandi dengan lunglai. Setelah selesai mandi dan berbenah-benah, seger juga ya ternyata. Haha. Baru jam 10.05, tapi kayaknya yang lain udah pada siap berangkat. Jadinya, kita berangkat agak pagian deh. Hehe. 
Sampe di Bandung jam 12-an, lanjut ke Lembang. Macet!

Curi-curi waktu baca novelnya Dee yang Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Abis, batre bb udah abis. Dan, tangan gw nggak bisa diem cuma liatin jalanan. Macet pula. Haha
Sampe di Lembang jam 1-an, langsung serbu Ayam Goreng khas Bandung!
Ketemulah tenda tempat makan Ayam Goreng, namanya tenda Raos kalo nggak salah. (Agak-agak lupa).
Makan dengan kalap. Pesen ayam goreng 1 potong, sate kulit ayam dan sate ati ampela.
Kenyang. Tapi lidah (sedikit) tidak terpuaskan. Kurang asin. Hihi. Saya pecinta rasa asin, garam, kecap asin, dan sebagainya. Jadi, maklum kalau tidak terpuaskan.

Setelah dari sana, muter-muter dulu ke arah Tangkuban Perahu, tapi ternyata tutup, ada protes dari masyarakat sekitar sana tentang masalah yang, yaaaa, gw juga nggak tau jelasnya.
Beli kaos-kaos yang tulisannya Bandung, I ♥ Bandung, dll yang sejenis. Kemudian, menuju Sari Ater.
Lihat penuhya mobil yang mau masuk Sari Ater, akhirnya nggak jadi masuk kesana deh.
Untuk makan malam, beralih ke daerah Tangkuban Perahu lagi, di rumah makan Saung Pengkolan. Makan ayam penyet dan nila cobek. Leher mulai kambuh lagi, masa .____. Setelahnya, pengen langsung istirahat aja rasanya.
Beralih aja langsung ke penginapan.
Penginapannya bukan di hotel bukan di villa, tapi di Balai "sesuatu" gitu, gw juga lupa namanya. Dekat daerah pengembangan pertanian begitu kurang lebih. Di sana itu bangunannya terpisah-pisah. Ada namanya masing-masing. Punya beberapa kamar yang biasa disewakan. Harganya murah. 350.000 per malam. Beda jauh dibanding nginep di hotel. Apalagi pas musim lebaran begitu.

Di penginapannya juga lumayan bersih, kasurnya ada 3, cukup untuk ber-5. Kamar mandinya nggak jorok. TVnya punya siaran yang jernih, nggak kayak di kosan gw. Haha.
Udaranya, dingin! Serasa pake AC. Gw berkelimun jaket, selimut, dan pashmina. Lengkap sudah perlindungan diri dari serangan hawa dingin. Tapi, namanya di pegunungan. Dingin tetaplah dingin. Sepertinya harus punya jaket bulu-bulu dulu biar nggak kedinginan, haha.
Buat agenda perjalanan besok, udah disiapin dari malam hari. Besok tinggal cuss ah.

Bangun tidur di pagi hari, hidung mampet. Seperti penyakit biasa kalau kena udara dingin. Nggak mungkin nggak mampet. Yaudah, terima nasib aja deh gw.
Air sana dingin banget! Tapi, dengan nekat, gw memutuskan untuk mandi. Seger lah pasti yaaa.
Jam 09.00 udah siap buat keluar dari penginapan menuju Bandung. The real trip  dimulai!!

1. Tahu Susu Lembang
Tempat pertama yang dikunjungi setelah keluar dari penginapan. Beli tahu susu goreng 20pcs seharga 20.000 rupiah. Ada suatu sudut di tempat ini yang menunjukkan kepada pengunjung cara pembuatan tahu susu. Bisa liat sendiri cara bikinnya. Asik banget!
Tempat ini terletak di sekitaran Lembang. Ada kebun Strawberrynya juga.
Selain beli tahu susu goreng, gw beli tahu susu isi ayam dan udang. 5pcs seharga 10.000 rupiah. Bokap makan Kupat Tahu Susu. Harganya lupa. Hehe.
Ada macaroni schotel juga, hmm. 10.000 atau 15.000, entahlah. Saya pelupa. Enak rasanya.
Liat sosis bakar, jadi kepengen lagi. Beli! 10.000/pc
Liat ceker ayam kuah tom yam. Bungkus! 13.000/mangkok. Isi 5 ceker. Nyokap makan 4. Gw makan 1. Yang penting nyicip.
Liat bola-bola tahu susu isi remahan udang, beli lagi! 10.000/5pcs.
Pagi itu, perut udah penuh aja diisi banyak jenis makanan. Haha. Puas!!!

2. Rumah Sosis
Sudah sering menjenguk Bandung. Sudah sering melirik Rumah Sosis. Masuk belum pernah. Ya jelas, penasaran! Akhirnya, kesampaian juga masuk ke Rumah Sosis. Ternyata tempatnya asik buat Outbound keluarga. Tapi, sayangnya yang termuda di keluarga saja adalah saya. Masa saya yang sudah mau 20 tahun, masih mainan outbound? Sendirian pula? Maaf, terimakasih :D
Akhirnya, hanya berjalan berkeliling. Mau beli sosis yang masih di freezer alias masih belum dimasak, rasanya sedikit mahal. Paling murah 39.000, yang termahal bisa sampai 60.000 bahkan 70.000. Hehe.
Beli sosis bakar aja gw. Cheese and blackpepper. 10.000/pc. Enak. Saya fix menjadi penggila sosis bakar.

3. Kampoeng Daun
Terletak di Jalan Sersan Bajuri km.4,7. Sama-sama nggak ada yang tau tempatnya, modal nekat aja menyusuri jalan itu. Ternyata, banyak kampung-kampung lain! Ada Kampoeng Gajah Wonderland. Menarik sepertinya. Ada rumah Kayu. Ada tempat bernama "sapulidi" yang menyediakan pemandangan asri. 

Sepanjang jalan banyak yang jualan tanaman juga! Menggoda mata - menyegarkan syaraf. Warna-warni bunganya membuat siapapun pecinta tanaman jatuh cinta! Bokap nyokap dan oma gw akhirnya beli beberapa tanaman. Harganya murah ternyata. Beli tanaman bunga matahari, anggrek, serta apalagi itu entah apa namanya. Maunya beli banyak, tapi bagasi nggak muat. Haha.

Sesudah itu, gw melanjutkan perjalanan ke Kampoeng Daun. Sampai disana, lagi ada acara gitu. Pasar Ngampar. Berbagai kesenian dijajakan. 
Pada dasarnya, Kampoeng Daun ini semacam cafe dan culture gallery. Bagus tempatnya, asri pemandangannya. Full of Green! Hijau di kanan kiri. Gemericik air terjun kecil menyegarkan waktu makan bersama keluarga! Waaaah, bagus deh tempatnya. Alam banget! Ck, sayangnya kita nggak berniat makan disana. Hanya ingin memanjakan mata terhadap tempat yang dianggap indah. Dan ternyata, memang sangat indah!

4. Kampung Bali
Pas keluar tol Pasteur, ada baliho gitu gede, nunjukkin kalau di Bandung, di Jalan Pasir Keliki ada Kampung Bali gitu. All about Bali. Penasaran, akhirnya kita cari-cari deh. Ternyata pas ketemu, suasananya emang Bali banget. Cuma, karena males bawaannya, dan variasi menu di restorannya yang mudah dijumpai di tempat lain, akhirnya gw, bokap, nyokap, oma cuma turun sebentar, terus cuss lagi ke tujuan berikutnya, DAGO!

5. Kartika Sari, Evieta Klappertaart DAGO (Jl. Juanda)
Next destination, manjain lidah! Beli 4 box di Kartika Sari. Brownies panggang keju, brownies kukus tiramisu, brownies kukus pandan, dan picnic roll. Beli sedikit oleh-oleh buat temen-temen juga. 
Klappertaart, bikin kalap! Haha, nggak boleh pulang dari Bandung sebelum beli ini. Gw jatuh cinta sama Klappertaart sejak pertama kali nyobain. Lupa kapan. Di Evieta, rumnya lebih berasa. Hehe. Beli 3. Harganya 18 ribu/pc untuk ukuran kecil. 60 ribu untuk ukuran besarnya. Gw beli ukuran kecil 3 pcs. Original, keju, dan blueberry. Yummy!

6. Jalan Trunojoyo
Surganya distro! Banyak banget distro di sepanjang jalan ini. Mirip-mirip Tebet Utara Dalam versi Bandung. Haha, karena takut kantong seret, akhirnya cuma beli beberapa potong baju di UNKL 347. Syenaaaaaaaaang.

Tadinya, mau cari-cari Soerabi. Tapi nggak ketemu. Yaudah, di Tangerang juga ada, hihi.
Tadinya, mau nginep semalem lagi di Cipanas, tapi nggak jadi. Mau pulang aja. Besoknya baru ke Cipanas lagi. Ahaha. Keluarga random nan menyenangkan.

Akhirnya selesai puas berjalan-jalan dan berkunjung sana sini, kita menuju tol Pasteur. Pas udah mau masuk tol, ada sederetan tempat beli oleh-oleh gitu. Alih-alih mau ke toilet, bokap malah beli bika ambon sama durian bakar. Haha, belum dicobain sampe sekarang sih, durian bakarnya. Nggak tau rasanya gimana =D

Puas puas dan puas. Setelah semua maksud dan tujuan ke Bandung tercapai, akhirnya mobil melangkahkan roda di jalan Tol. Doa dimulai supaya perjalanan selamat. Kantuk ditahan buat nemenin bokap ngobrol sepanjang jalan. Berangkat jam 6.15 pm, sampai di rumah jam 11 pm. Soalnya, pukul 10 pm mampir dulu di Rest Area Tol Karang Tengah buat makan malam secukupnya di Dapur Sedap

HARI KEDELAPAN : 24 Agustus 2012

Awalnya udah berasa males menginjakkan kaki ke Cipanas, Puncak. Jauh. Akhirnya memutuskan untuk ke Cibubur. Ada resto Ayam Taliwang yang uenaaaaaaaaaak banget disana. Pondok Taliwang. Berangkat jam 11 pagi, sampai disana tepat jam makan siang. Hoki belum berpihak buat keluarga gw. Rumah makannya tutup. Haha. Tapi, untungnya di jalan itu ada satu lagi pondok makan Ayam Taliwang. Ya, iseng aja coba-coba.

Enak! Satu kata buat menggambarkan makanan disana. Bumbunya pas, pedesnya oke, cuma sayang, ukuran ayamnya terlalu mini. Mungkin ayam yang dimasak umurnya masih sangat belia. Kasihan.

Selesai makan, keluarga gw yang random ini bingung mau kemana. Mau ke daerah Kampoeng Daun di Bandung buat beli tanaman, rasanya terlalu jauh. Akhirnya, mobil meluncur di jalan alternatif yang menuju Cianjur. Dari Cianjur, kan, lumayan deket ke Puncak. Ya, akhirnya kesana jugalah kita. 

Sayangnya, kita terjebak di jalan pintas ke Cipanas. Ke Puncaknya nggak jadi lewat Cianjur, karena sebelum sampai Cianjur, ada belokan yang merupakan jalan pintas ke Cipanas, tembusnya di Taman Bunga Nusantara. Kita lewat sana. Dan terjebak. Di tengah jalan, banyak jalanan rusak dan ada juga anak kecil yang menadahkan tangan untuk sekeping receh atau selembar seribu rupiah. Cuma, sayangnya, mereka terlalu kecil untuk disuruh jadi peminta-minta. Orang tua mereka, masih ada. Dan seharusnya mereka tau, anaknya nggak boleh diajarin begitu. Senyum dan doa dikeluarkan, semoga kita cepat keluar dari jebakkan jalan pintas ini. Akhirnya, tiba juga di Taman Bunga Nusantara, mau mampir tapi udah tutup.

Yasudahlah. Pergi makan aja deh kita (makan melulu). Makan malam di Ayam Goreng Jakarta. Pesan menu secukupnya. Nah, disini enak! Asinnya memanjakan lidah. Haha. 
Selesai makan, ya langsung mau turun aja ke Jakarta, daripada kemaleman. Sempet kejebak macet juga di sekitaran Cisarua. Mobil penuh yang baru mau naik ke Puncak dan yang turun ke Jakarta. Mampir Cimory Riverside (Cimory Resto) yang baru, di sebelah kiri jalan, beli 4 botol susu segar dan sekantong cemilan kentang keju.

Then, pulang ke Jakarta! Tak lupa doa dipanjatkan supaya kita selamat dalam perjalanan. Dan Nescafe French Vanilla disediain buat papa. Perjalanan pulang ditemani siaran radio Jak FM bergantian dengan Prambors. Kantuk hampir menguasai, tapi, yaa berhasil ditahan buat nemenin bokap ngobrol. Kasian bokap gw kalo nyetir sendirian dan yang lain tidur. Hehe. Sampai di rumah jam 11 malam. Tepar. 

Huah! 'll be missing you, West Java :*
PS. Still no photo. Bayangkan sendiri indahnya. 
8 hari untuk selamanya ♥. END.

8 hari untuk selamanya ♥ (Part II)

Lanjut...

HARI KEEMPAT : 20 Agustus 2012

Saatnya memulai perjalanan lagi!
Hari ini, gw sekeluarga mengunjungi pantai! Kemaren-kemaren kan sudah menjenguk indahnya pegunungan dan hamparan kebun teh. Sekarang, giliran gw sekeluarga menikmati hamparan laut di belahan Cilegon sana. Pantai Anyer-Carita-Labuan!

Dari masa-masa gw SMP-SMA-Kuliah, (bukan sombong) nggak keitung udah berapa sering ke sana. Maklum, pantai terdekat yang bisa dijadiin pemandangan dan tempat wisata, ya cuma itu. Mau ke Bali, jauh. Mahal. Haha.

Di sana, kita nyerbu seafood! Rumah makan langganan sih, di R.M Hj. Entin, di daerah Labuan sana. Tapi, karena bosen, jadi kita cari rumah makan lain. Berlabuhlah rasa lapar kita ke rumah makan Astri. Sepi, tapi ternyata makanannya enak! Gw, sang pecinta cumi bakar, terpuaskan banget di sana. Haha.

Makan cumi bakar 1 1/2 potong, udang bakar 1 biji, sama ikan yaaa separuh-paruhlah.
Tapi, namanya untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, pulang dari sana, leher gw meradang. Penyakit gw kambuh. Radang tenggorokan datang, badan langsung ambruk. Lemas. Alhasil gw cuma bisa tidur aja di jalan.

Bokap nyokap mampir sana sini. Dari beli durian, ikan (yang dikira Kakap ternyata ikan Napoleon), sama udang yang gedenya ngalahin 1/2 ekor ayam.
Singgah untuk makan malam di rumah makan Bintang Laguna di Cilegon. Rumah makannya menyediakan Chinese Food, SeaFood, sampai WesternFood. Semua ada. Tapi karena radang makin parah, pilihan ayam goreng dan nasi putih saja sudah terlalu cukup.
Sepanjang perjalanan pulang, gw tidur. Lemah banget kalau udah kena penyakit langganan ini. Hufh.
Sampe rumah, nenggak obat panas dan obat radang (diam-diam). Bokap nyokap taunya gw kecapekan. Males kalo bilang gw sakit, nanti pada heboh. Haha.
Tidurlah gw sampai terbangun esok hari ...

HARI KELIMA : 21 Agustus 2012
TAKE A REST!

Gw terkapar tak berdaya di kamar tidur. Gw disangka kena Hepatitis karena tidur-tiduran melulu dan memasang wajah lelah. Mau nggak mau, jujur aja deh sama nyokap kalau sakit tenggorokan. Daripada disangka kena Hepatitis beneran terus dikasih obat macem-macem, lebih gawat.
Makan siang di Gading Serpong (kuliner abis!)
Makan malem di rumah aja, makan masakkan nyokap. Lalu, istirahat kembali! Hahaha.

Hari-hari berikutnya, dihabiskan di Jawa Barat.
PS. Tidak ada foto di postingan ini, masih dikarenakan minimnya pengambilan foto.
Terima kasih.

Next on Part III . 

8 hari untuk selamanya ♥ (Part I)

Haha, agaknya judulnya mirip dengan salah satu film yaaa, beda di jumlah angkanya aja. Hehe
Okay, tak apalah, yang penting berbeda. Serupa tapi tak sama.

8 hari dimulai dari tanggal 17 Agustus 2012 (HariMerdeka!) sampai (kemarin) 24 Agustus 2012
8 hari bersama keluarga tercinta. Papa. Mama. Opa. Oma,
8 hari berkeliling Banten dan Jawa Barat.
8 hari yang menggunakan blackberry hanya kurang lebih 3 jam perhari (kecuali bertemu colokan)
8 hari melakukan wisata kuliner dan saling mengakrabkan diri.
8 hari yang dapat diraih dalam total jangka waktu liburan sebanyak 3 bulan.
8 hari yang singkat namun menyenangkan!
YA! Sangat menyenangkan :)


HARI PERTAMA : 17 Agustus 2012!

Ini hari pertama yang (belum begitu) menyenangkan! Mengapa? Karena gw baru ketemu keluarga gw siang hari, berangkat dari Depok baru jam 10 dan dijemput di Stasiun Juanda pukul 11-an. Tapi, mama papa udah libur mulai hari ini, yeay!
Memulai kuliner dengan mencicipi restoran Chinese Food di daerah Mangga Besar.
Tempatnya, ya. Emm. Sedikit (atau bahkan sangat) kotor. Tisu bertebaran di lantai sana. Harga? Lumayan. Lumayan mahal. Haha. Wajarlah, makanannya enak. Namun tidak seenak masakkan Chinese Food di daerah Gading Serpong, sih.
Setelahnya, pulang dan menikmati hari di rumah. Kumpul bersama dengan keluarga yang jarang ditemui, hihi.

HARI KEDUA : 18 Agustus 2012

Sejak pagi berencana untuk mengunjungi kota hujan, Bogor. Biasanya, kalau kesana, makanan yang kita santap itu berbau-bau daging nonhalal, hehe. Disana, sate B*binya enak banget. Tapi, sebelum ke Bogor, kita mutusin buat ke Puncak dulu. Bergegaslah kita ke Puncak dari pukul 11 pagi. Berangkat lewat tol, jalanan lengang banget, mobil-mobil ibu kota hanya sedikit yang berseliweran. Enak banget rasanya berjalan-jalan di tol yang lengang seperti saat itu, haha. 

Makan pagi di Gading Serpong. Sampai di Puncak, makan siang di Ayam Goreng Cianjur daerah Cipanas. Masakkannya lumayan enak, cuma kurang bumbu aja. Hehe. Lalu. Beli cemilan-cemilan sedikit, seperti kerupuk ceker ayam, mochi, dan emping manis.

Ke Kebun Raya Cibodas, beli bibit tanaman banyaaaaaak banget. Pusing. Honestly, gw ga begitu suka sama koleksi tanaman-tumbuhan begitu. Warnanya memang menggoda mata. Tapi, nggak suka merawatnya. Hehe.

And for the first time, hari itu, gue menjejakkan kaki ke Cimory Resto. Haha, biasanya hanya mengkonsumsi produknya yang dijual umum di pasaran, kali ini bisa mampir ke Restonya.
Beli 2 botol susu murni, yang Plain dan yang Strawberry Flavour serta Original Cheese. Sedap.

Mau misa sore di gereja di Cipanas, tapi ternyata terlalu mepet waktunya, dan sepertinya tidak ada misa sore di sana. Yasudah, lanjut perjalanan.

Dari Puncak, lanjut ke Bogor nih. Masih dengan harapan makan daging nonhalal itu. Sampai ke Bogor, ternyata rumah makan yang menjual makanan enak itu tutup. Yah. Kecewa. Akhirnya muter-muter cari makan yang mungkin enak. Tertambat hati di restoran bernama Taman Palem. Sekilas, menu-menunya menggiurkan, tapi ketika dicicip, ternyata rasanya sama sekali tidak semenggiurkan menu-menunya. Haha, nggak apa-apa. Yang penting, sudah mencoba.
Setelahnya, masuk tol kemudian pulaaaang ke rumah.

HARI KETIGA : 19 Agustus 2012

Waktunya istirahat! Papa mama kerja bercocok tanam dan berkebun. Oma juga nggak mau kalah, ikutan berkebun. Opa sih, istirahat aja sambil nonton TV. Gw? Haha, melanjutkan job yang tertunda. Bersantai-santai ria menunggu hari esok yang nggak kalah menyenangkan.

PS. kurangnya foto dalam postingan ini dikarenakan minimnya pengambilan foto. Yakinlah, tanpa fotopun, kenangan dalam cerita ini sangat berharga ;)

Next on Part II

Tuesday, August 21, 2012

RANDOM

Okay, saya sedang RANDOM. Tiba-tiba saya RANDOM pengen punya pacar.

Kemana-mana liat orang gandengan tangan. Penuh cinta.
Baca novel. Novel drama. Tentang cinta.
Denger lagu. Lagu galau. (Masih) tentang cinta.
Nonton film. Film drama. (Selalu) tentang cinta.
Dimana-mana liat cinta bertebaran. Jadinya pengen punya cinta. Ya, akhirnya RANDOM pengen punya pacar. Ahahaha :D

Jangan dipedulikan, saya sedang RANDOM di titik maksimal.

SUNSHINE BECOMES YOU by Ilana Tan

“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.”

Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York…
Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan…
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan…
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.

Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu—malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat.
Kemudian Mia Clark tertawa dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya.

Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.


Buku ini adalah buku yang ditulis Ilana Tan sesudah Tetralogi 4 Musim (Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo, dan Spring in London). Buku ini gue beli bulan Februari 2012 pas baru diterbitin dan baru gue baca bulan Maret 2012. 

sumber : http://www.gramediapustakautama.com

Ceritanya sama seperti novel-novel Ilana Tan yang lainnya. Terbungkus dengan rapi. Manis. 
Selalu bikin MUPENG. Tapi, unpredictable sad ending-nya (berhasil) membuat gue menangis (lagi) tersedu-sedu kayak abis ditinggal pacar. Ceritanya mengharukan. Mengalir dan mengalir dan mengalir bikin gue nggak bisa berhenti baca.

Mia Clark dan Alex Hirano, dua orang yang dipertemukan tanpa sengaja. Awalnya membenci dan dibenci, namun pada akhirnya mencintai dan dicintai. Cerita yang sepertinya biasa-biasa saja namun tidak biasa-biasa saja. Penasaran? Ayo, dibaca saja :)

Spring in London ♥

Gadis itu tidak menyukainya. Kenapa?

Astaga, ia---Danny Jo---adalah orang yang baik. Sungguh! Ia selalu bersikap ramah, sopan dan menyenangkan. Lalu kenapa Naomi Ishida menjauhinya seperti wabah penyakit? Bagaimana mereka bisa bekerja sama dalam pembuatan video musik ini kalau gadis itu mengacuhkannya setiap saat? Kesalahan apa yang sudah dia lakukan?

Bagaimanapun juga Danny bukan orang yang gampang menyerah. Ia akan mencoba mendekati Naomi untuk mencari tahu alasan gadis itu memusuhinya.

Tetapi ada dua hal yang tidak diperhitungkan Danny. Yang pertama adalah kemungkinan ia akan jatuh cinta pada Naomi Ishida yang dingin, misterius, dan penuh rahasia itu. Dan yang kedua adalah kemungkinan ia akan menguak rahasia gelap yang bisa menghancurkan mereka berdua dan orang-orang yang mereka sayangi.
 
And finally, this is the last book dalam tetralogi 4 musimnya Ilana Tan. Buku ini emang nggak bikin gue nangis kayak buku ke-2. Cuma, buku ini yang bikin gue paling MUPENG!!! Soalnya, buku ini nunjukkin kekuatan cinta yang sebenernya, nggak peduli lo itu siapa, lo itu dulunya gimana, lo itu sejutek apa, bahkan lo punya masa lalu yang gimana, cinta ya tetep cinta. Bahkan, menurut buku ini, cinta itu nggak bakalan luntur oleh waktu. Mau bukti? Baca aja bukunya, dari pada gue spoiler di sini. Hahaha :D

sumber : http://www.gramediapustakautama.com
 Buku terakhir ini bikin gue mikir, mungkin nggak ya gue punya kisah cinta yang semanis kisah-kisah yang ditulis Ilana Tan? (Kecuali kisah Autumn in Paris yaaa, sedih soalnya). --> Mungkin ajalah!! (SEMOGA), haha. Nggak ada yang nggak mungkin toh? Tapi, kalaupun nantinya kisah gue nggak semanis kisah-kisah ini, mungkin aja gue tetep bisa dapetin the one who loves me perfectly yaaa, (AMIN).

Winter in Tokyo ♥

Tetangga baruku, Nishimura Kazuto, datang ke Tokyo untuk mencari suasana baru. Itulah katanya, tapi menurutku alasannya lebih dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan, dan bisa diandalkan. Perlahan-lahan---mungkin sejak malam Natal itu---aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan sejak itu pula rasanya sulit membayangkan hidup tanpa dia.
---Keiko tentang Kazuto

Sejak awal aku sudah merasa ada sesuatu yang menari dari Ishida Keiko. Segalanya terasa menyenangkan bila dia ada. Segalanya terasa baik bila dia ada. Saat ini di dalam hatinya masih ada seseorang yang ditunggunya. Cinta pertamanya. Kuharap dia bisa berhenti memikirkan orang itu dan mulai melihatku. Karena hidup tanpa dirinya sama sekali bukan hidup.
---Kazuto tentang Keiko

Mereka pertama kali bertemu di awal musim dingin di Tokyo. Selama sebulan bersama, perasaan baru pun mulai terbentuk. Lalu segalanya berubah ketika suatu hari salah seorang dari mereka terbangun dan sama sekali tidak mengingat semua yang terjadi selama sebulan terakhir, termasuk orang yang tadinya sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya...


sumber : http://www.gramediapustakautama.com

Nah, kalau yang ini adalah buku ketiganya Ilana Tan!!! Baca buku ini rasanya sama geregetannya kayak baca buku pertama - Summer in Seoul -, nggak bisa berhenti sampe lo selesaiin baca sampe abis. Gue selesai baca buku ini jam 3 pagi saking penasarannya. Dan yaaa, sama seperti novel-novel lainnya, gue nggak sabar baca novel Ilana Tan yang ke-4.

Hubungan buku ini dan buku sebelumnya adalah, Keiko Ishida merupakan tetangga dari Tatsuya (tokoh lelaki di novel Autumn in Paris).

Nggak bosen-bosen gue bilang, sampe novel ketiga ini pun, gue masih nagih bacanya!!! Ceritanya terus-terusan bikin MUPENG. Hahaha!!!

Autumn in Paris ♥

Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup... sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.

Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya... juga mengubah dunianya.

Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa... arti tak berdaya... Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup....


Autumn in Paris is the second novel by Ilana Tan.  Nah, kalo pada nanya hubungan novel kedua ini sama novel sebelumnya (Summer in Seoul) apa, jawabannya adalah bahwa Tara Dupont itu merupakan sepupu dari Han Soon-Hee, tokoh utama di novel Summer in Seoul.

sumber : http://www.gramediapustakautama.com

Beda sama buku sebelumnya, buku ini bikin gue terharu, meneteskan air mata sampe menangis tersedu-sedu. Romantis yang dibalut dengan tangis. Gue nggak bisa berhenti nangis sampe halaman terakhir. Bahkan, pas baca di angkot atau di Transjakarta aja, gue berusaha banget buat nggak nangis, soalnya rasanya air mata udah di ujung banget. Haha.

But, really, kalo lo suka menggalau-galau ria, buku ini cocok banget buat lo! Trust me, you have to read this book! :D

Summer in Seoul ♥

Jung Tae-Woo―penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah empat tahun menghindari dunia showbiz.

"Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku," kata Jung Tae-Woo pada gadis di hadapannya.

Sandy alias Han Soon-Hee―gadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Jung Tae-Woo sejak awal, namun sedikit pun tidak terkesan.

Sandy mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, "Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat."

Awalnya Jung Tae-Woo tidak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawarannya. Sementara Sandy hanya bisa berharap ia tidak akan menyesali keputusannya terlibat dengan Jung Tae-Woo. Hari-hari musim panas sebagai "kekasih" Jung Tae-Woo dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun keduanya tidak menyadari kebenaran kisah empat tahun lalu sedang mengejar mereka. 

sumber : http://www.gramediapustakautama.com


Summer in Seoul adalah buku pertama Ilana Tan dari tetralogi 4 musim. Kisah cinta berlatar musim panas di Seoul ini berhasil membuat gue tegang, geregetan, daaan yaaa, sedikit MUPENG. Bayangin aja, seorang gadis biasa bisa deket sama artis terkenal. Hahaha, agak susah terjadi ya di kehidupan nyata, namun bukannya nggak mungkin, kan??

Kisah cinta yang ringan, nggak mengada-ada, dan gue rasa Ilana Tan mengemasnya dengan rapi dan nggak berantakan. Terbukti dari setiap bagiannya nggak ada yang sia-sia, karena semuanya mempunyai sumbangan untuk jalannya alur cerita. The story is really lovable. ♥

Buku ini bikin gue nggak sabar buat baca ketiga buku Ilana Tan yang lain dalam tetralogi 4 musim ini. So, what's next?

Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo, Spring in London by Ilana Tan

Summer in Seoul. Autumn in Paris. Winter in Tokyo. Spring in London.

Hmm, bisa dibayangkan gimana rasanya kalo kita bisa merasakan keempat musim itu di empat negara yang berbeda, tentu akan menyenangkan!!! Apalagi bisa mengalami sweet love story sekalian! :D

Sama halnya seperti merasakan kisah-kisah yang ditulis oleh Ilana Tan di dalam 4 buku ini. Mengharukan ketika menemukan kisah yang pahit dan membuat kita tersenyum ketika cerita yang dihadirkan merupakan kisah yang manis. Kisah cinta yang hangat, namun ada juga yang dingin. Yang bahagia dan sedih.

Awalnya, dari tahun 2008, gue udah mau beli buku-buku karangan Ilana Tan, tapi selalu tertunda akibat beli buku yang lain, sampai pada akhirnya beberapa bulan yang lalu di tahun 2012 ini, gue beli juga 4 buku Ilana Tan yang udah dijadiin 1 set. 

Setelah empat-empatnya gue baca, dan buku Ilana Tan yang judulnya "Sunshine Becomes You" juga udah selesai gue baca, gue jadi nagih sama buku karangan Ilana Tan. Sayangnya, baru segitu aja novel yang dia tulis. I'll wait her some next novels!

Nah, di blog ini, gue mau ngereview satu persatu buku Ilana Tan (terutama yang tetralogi 4 musim ini), check it out!

sumber : http://www.gramediapustakautama.com

Sunday, August 19, 2012

Selamat Berlebaran :D

Happy Eid Mubarak for those who celebrate it
Mohon maaf lahir batin kalo gue punya salah
Selamat Idul Fitri 1433 H

Friday, August 17, 2012

Perahu Kertas the Movie ♥


Satu kata buat film ini : WAW!
Dari jauh-jauh hari gue udah menanti-nanti pemutaran perdana film ini di bioskop-bioskop, and FINALLY, gue akhirnya berhasil nonton film ini kemarin di hari pertama pemutaran!

Awalnya, gue nggak tau kalau film ini dibagi menjadi dua bagian. Tapi setelah salah satu temen gue ngasih tau gue tentang hal ini, dan gue membuktikannya sendiri, akhirnya gue baru yakin kalo film ini dibagi ke 2 part.
Kecewa nggak, yaaa? Haha, sedikit. Cuma, kalau mau menikmati hasil yang maksimal, memang agak sulit ketika novel yang begitu tebal hanya diadaptasi ke dalam film berdurasi 2 jam, walhasil, ya nggak apa-apa lah ya, kalau emang harus dibagi menjadi 2 part.

Gue sendiri baru selesai baca novelnya sekitar 1 atau 2 bulan yang lalu. Gue nangis tersedu-sedu baca novelnya. (Ya iyalah, gue cengeng banget kalo baca novel beginian.)


me with radar Neptunus (1)
me with radar Neptunus (2)


me with radar Neptunus (3)

Secara garis besar, Perahu Kertas ini mengisahkan seorang cewek bernama Kugy yang merasa bahwa dirinya merupakan salah seorang agen Neptunus. Jadiii, setiap dia resah dan gelisah, dia selalu bikin perahu kertas yang berisi curahan hatinya atau sekedar laporan kegiatannya sehari-hari, lalu perahu kertas itu dihanyutkan ke sumber air yang mengalir ke laut. 
Dikenalkan oleh Eko yang merupakan pacar Noni (sahabat Kugy), Kugy bertemu Keenan. Aliran kisah cinta itupun dimulai. Keduanya merasakan "sesuatu" namun sama-sama tidak berani mengungkapkan hingga tidak ada seorangpun yang sadar. Kugy dan Keenan kemudian menjalani kehidupan masing-masing dan tidak berjumpa untuk waktu yang lama. Setelah lama tidak bertemu, Kugy yang akhirnya putus dengan pacarnya, sampai akhirnya punya pacar baru bertemu kembali dengan Keenan yang juga sudah punya seseorang yang disukainya. Tapi, bagaimanapun juga aliran rasa yang pernah dimiliki mereka berdua itu akan selalu ada dan yaaaa mungkin akan berujung bahagia. hehe :D (Gue nggak mau ceritain banyak-banyak, takut spoiler :p)

Layaknya perahu yang ada diatas air, kisah ini begitu mengalir dan membuat pembaca (novelnya) dan penonton (filmnya) terhanyut. (Yakin gue, bukan gue doang kok yang kayak gini). Ceritanyaaaaa bagus, filmnya oke.

Cuma sayang aja, filmnya tidak menampilkan cukup banyak bagian cerita di novelnya. But, overall, I love this movie!! Really. Filmnya sederhana tapi pengambilan gambarnya menarik. Tidak terlalu banyak menggunakan dialog, tapi sekalinya berdialog, kata-katanya bagus :). Ketika Kugy nangis, gue sambil nonton juga ikutan nangis. Fiuuuh, emang bener-bener cengeng gue. But, really really really, ce film est magnifique !!!

Gue mau nonton lagi rasanya. Nggak cukup cuma nonton sekali doang. Dan lagi, gue pengen nonton film ini sendiri. SENDIRI. Pengen ngerasain aja, gimana rasanya nonton film drama sendiri. Haha.

For Your Information
sumber : http://hiburan.kompasiana.com/film/2012/08/16/perahu-kertas-the-movie-lebih-dari-sekadar-kisah-cinta/
 CAST
Maudy Ayunda as Kugy
Adipati Dolken as Keenan
Reza Rahadian as Remi
Elyzia Mulachela as Luhde
Kimberly Ryder as Wanda
Sylvia Fully R as Noni sahabat Kugy
Fauzan Smith as Eko
Dion Wiyoko as Ojos
Tyo Pakusadewo as Poyan
Ira Wibowo as Lena (mama Keenan)
August Melasz as papa Keenan
Titi DJ as mama Kugy
Avesina Soebli as papa Kugy 

OST. Perahu Kertas the Movie
(sumber: twitter @PerahuKertas)
1. Perahu Kertas - Maudy Ayunda
2. 2 Manusia -  Dendy Mike's
3. How Could You - Triangle Band
4. A New World - Nadya Fatira
5. Cinta yang tak Mungkin - Elyzia Mulachela
6. Langit amat Indah - RSD
7. Behind the Star - Adrian Martadinata
8. Tahu diri - Maudy Ayunda
(di CDnya ada bonus track, tapi gue nggak tau apa)

PS : You have to see this film yaaa!! and yaaa, gue ikutan kuis gitu dari Starvision buat nge-tweet foto gue dengan gaya radar Neptunus. I've already tweet-ed that, and I hope I'll win the quiz!!! amin.

 


14 Août 2012 – À la maison de Sekar Kinasih


What was happening at that day?
Yap! Gue sama temen-temen jurusan di kampus gue ikutan ngadain buka bersama di tanggal itu. Gak seru kan rasanya kalo di bulan Puasa gini, gak pernah ngadain atau ikutan buka bersama. Hahaha.

Mungkin itu juga yang dipikirin temen gue, Sekar, buat ngadain buka bersama di rumahnya. Tadinya, dia mau ngundang semua temen-temen di UI yang dia kenal, nggak terbatas sama temen sejurusan aja. Tapi ujung-ujungnya pas hari H, yang dateng ya temen-temen yang sejurusan doang, ada juga sih temen dari jurusan lain, tapi cuma 1 orang. :D

That night was awesome!!! Gue sayang banget sama mereka temen-temen gue!!! Haha.
Agi sama Sekar mainan petasan, Sekar, Lea, sama Kak Nanda juga mainan kembang api. 

Lea avec Ka Nanda :)

Si kribo Raga sama gue juga ikut-ikutan bikin games buat mencairkan suasana. Dari main think before answer”, ”bumi itu bulat”, ”black magic”, ”tebak psikologis”, sampe main ”konsentrasi” (elo-elo yang tukang bikin games pasti tau games ginian). Haha, berasa bocah banget malem itu, tapi seru! I love you guys :* 

Kak Nanda, Fiany, Vinka, Tyo, Lea, Riche, Ilham, Sekar, me, Hana, Vina, Muthia, Agi, Raga, Eba

Saturday, August 11, 2012

The (Un)Reality Show by Clara Ng


Imagine having these people as roomates...

Ini adalah cerita tentang delapan orang biasa-biasa saja (seperti yang disangka oleh tim kreatif televisi)

...dipilih secara acak...
(seperti yang disangka oleh produser televisi juga)

...tanpa audisi...

... untuk tinggal bersama di sebuah rumah untuk direkam,
kemudian ditonton oleh jutaan penduduk Indonesia
sebagai acara hiburan, meraup rating,
meningkatkan citra stasiun televisi
serta

keingintahuan untuk melihat apa yang terjadi
ketika orang-orang tersebut tidak bertingkah sesuai dengan skrip cerita
dan mulai bersikap berdasarkan realitas.

...as the reality did not out exactly as it had been expected.

Karena pada akhirnya ini adalah...

THE (UN) REALITY SHOW

Bacaan sepintas di bagian belakang novel THE (UN)REALITY SHOW karya Clara Ng inilah yang membuat gue tertarik untuk membeli buku yang bersampul biru dan bergambar seluloid film ini. Sebenarnya, gue nggak langsung beli buku ini ketika kali pertama gue ngeliat buku ini tertata rapi di Gramedia. Gue hampir empat kali bolak-balik ke Gramedia, pulang membawa buku yang berbeda, tapi tetap belum berminat untuk membeli buku Clara Ng yang berjudul The (Un)Reality Show ini. Naaaaahhh, untuk yang kesekian kalinya, AKHIRNYA, sodara-sodara, saya beli juga buku ini bersama dengan kedua buku lainnya (Ibuk by Iwan Setyawan dan Petualangan Tom Sawyer by Mark Twain). Pada saat itu ada promo, beli tiga novel Non-TEENLIT, akan mendapatkan sebuah novel gratis. Akhirnya, karena gue beli 3 novel, gue dapet novel gratis yang ditulis oleh Meg Cabot, berjudul Queen of Babble, hemm, lumayan seru novelnya, biarpun gratis. Hihi. 

sumber: http://www.gramediapustakautama.com/
 Oke, sekian yaaaa prolognya. Yang mau gue sampein via tulisan ini sebenarnya adalah, komentar gue akan novel The (Un)Reality Show ini. Ini adalah novel pertama Clara Ng yang gue baca. Gue pikir terbitnya baru, ternyata udah dari Februari 2005 juga udah terbit, tapi gue baru bacanya sekarang-sekarang, bahkan baru selesai baca hari Rabu kemaren, hehe. 

Sebelumnya, gue akan menceritakan sedikit hal yaaa mengenai novel ini. Novel ini bercerita tentang sebuah stasiun TV bernama TPTV yang sedang mencari ide untuk membuat program TV yang tidak biasa supaya dapat memperoleh rating yang tinggi dan dapat membuat gebrakan baru di dunia pertelevisian. Program yang akhirnya tercetus adalah program The (Un)Reality Show, dimana peserta pada program ini berjumlah 8 orang (4 perempuan dan 4 laki-laki) yang dipilih secara acak dan harus tinggal di sebuah rumah yang telah disediakan selama 7 minggu. Tiap minggu, mereka akan diberikan sebuah tantangan yang berbeda-beda dan mereka harus melewati tantangan itu semua. Selama waktu tersebut, mereka bertingkah laku dan berkegiatan sesuai dengan keseharian mereka tanpa dibekali script. Mudahnya, mereka harus berinteraksi satu sama lain tanpa script alias apa adanya di sebuah rumah yang ditinggali bersama-sama, dan semua interaksi serta kegiatan mereka itu ditonton oleh seluruh penonton di Indonesia. Bayangkan, 8 karakter dalam satu rumah hidup berdampingan, dan menghasilkan kejadian-kejadian yang lucu, aneh, bahkan bisa bikin kita ketawa ngakak guling-guling.

Oke, dari awal cerita hingga hampir tiba di ending, gue cukup terkesan dengan alur ceritanya. Gue emang nggak terlalu suka novel yang menguras otak untuk memikirkan alur ceritanya yang berat dan berliku-liku, dan (awalnya gue pikir) novel ini nggak seperti itu. Menurut gue novel ini bercerita dengan gaya bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Tapi jangan salah, gue agak menggunakan sebagian otak gue untuk berpikir keras menyimpulkan ending dari novel ini. Yap, for me, ending dari novel ini sedikit (bahkan sangat) membingungkan!!!

Buat yang udah baca novel ini, mungkin kenal dengan 8 karakter super unik yang memiliki ciri khas masing-masing. Ada Wendy (cewek tomboy berkacamata, memiliki pengetahuan yang luas tentang puisi dan karya sastra, serta hobi tertawa sekencang-kencangnya), Azuza (cilik berumur 10 tahun yang sudah mempunyai filsafat sendiri, bahkan sudah mengenal istilah-istilah seks), Meiying (ibu rumah tangga yang jenuh dengan kehidupan rumah tangga dan kebiasaannya mengurus anak), Tara (wanita yang paling seksi dan jago meramal kehidupan dengan kartu Tarot), Primus (laki-laki yang dianggap paling tampan oleh wanita-wanita di sekelilingnya), Feivel (laki-laki yang ternyata mempunyai pacar laki-laki alias gay), Jodi (laki-laki berperawakan pendek dan sangat risih dengan seorang gay), serta Richard (mantan nara pidana yang pendiam). Selain 8 karakter itu, mungkin nama Hannah, Robert, dan Friska juga tidak asing di telinga kalian yang sudah baca novel ini. 

Naaaahh, hubungan antara Hannah-Robert-Friska dan kedelapan tokoh ini lah yang agak membingungkan. Awalnya, gue berpikir bahwa Hannah-lah (yang memiliki 8 bahkan lebih identitas dalam dirinya) yang menulis cerita mengenai kedelapan tokoh ini hingga pada akhirnya cerita tersebut difilmkan oleh seorang sutradara bernama Sofyan. Namun, begitu melihat sosok Friska ada di dalam scene terakhir film di novel ini, gue berpikiran bahwa Friska ternyata fiktif juga, kan dia ada di bagian film. Kalau Friska adalah tokoh fiktif sutradara, bukankah Hannah dan Robert fiktif pula? Nah loh, bingung sama apa yang saya omongin? Sama, saya juga bingung. Bingung akan ending-nya yang singkat, yang menggantung, yang membuat saya penasaran sepenasaran-penasarannya.

Gue bahkan sampe kirim e-mail dua kali ke mbak Clara Ng, mention dia beberapa kali di twitter hanya untuk menanyakan ending yang sebenarnya. Cuma, mungkin gue emang begitu annoying kali ya buat dia (hehe), makanya e-mail gue belom dibales-bales sampe sekarang.

Lepas bicara tentang ending , novel ini cukup menghibur banget buat dibaca. Cuma siap-siapin hati aja kalo udah mau nyampe ending-nya. Karena, ending dari novel ini bisa menimbulkan berbagai reaksi terhadap pembacanya. Sesuai pendapat para pembaca yang gue temukan hasil googling di situs : http://www.goodreads.com/book/show/1516383.The_Un_Reality_Show , gue nemuin bahwa ada-ada aja pembaca yang salut sama endingnya, suka, bahkan cinta sama endingnya. Ada juga tapi orang-orang .yang bingung, bahkan kecewa dengan endingnya, (just like me)

But, untuk mengetahui kualitas suatu buku, kalian tentu harus membacanya terlebih dahulu, bukan? Jadi, bacalah buku ini untuk mengetahui kualitas buku ini! Apakah bagus? Atau malah justru sebaliknya. Kalian yang membaca, kalian-lah yang menentukan apakah buku ini cukup oke atau nggak buat dibaca. Kalo buat gue, buku ini OKE-OKE aja kok buat dibaca, hihi.

PS: Kalo udah ngerti endingnya, comment yaaa hahaha, jadi gue ikutan ngerti :D

SALAM PEMBACA NOVEL