Wednesday, November 5, 2014

Wisma SY: Tua namun Teduh. Luas namun Hangat.

5 November 2014.

Sudah 25 tahun umurnya sekarang. Semakin dewasa dan semakin matang.

Namanya Wisma Sahabat Yesus. Orang kebanyakan memanggilnya Wisma SY atau hanya sekadar SY saja.

Empat tahun yang lalu saya berkenalan dengannya. Bermula dari acara Sehari Bersama KMK yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Indonesia, saya menjejakkan kaki ke tempat yang akhirnya menjadi rumah kedua saya. Bahkan, kosan-pun akhirnya menjadi rumah ketiga saya. 

Kesejukkan, keramahan, dan keteduhan yang saya dapatkan. Tidak, jangan salah sangka. Saya tidak bermaksud melambungkan rumah tua nan luas itu. Saya memang beruntung karena berkesempatan mengecap berbagai macam pelajaran di dalamnya. Ditemani keteduhan dan keramahan orang-orang di dalamnya, saya menyerap ilmu yang tak akan pernah saya dapatkan di bangku kuliah.

Tak hanya manusia berkaki dua yang memiliki motto. Bangunan tak bergerak ini juga punya. Katanya, "There are no strangers here, only friends who haven't met". "Tiada orang asing di sini, hanya teman-teman yang belum saling bertemu." Ah, jadi ingin bersenandung rasanya.

Motto itu memang menjadi dasar pertemuan orang-orang yang singgah bahkan bermain dan menetap di dalamnya. Tatapan pertama saya dengan orang-orang yang ada di sana memang asing. Beberapa menit kemudian, sapaan dan teguran pun diluncurkan pada saya, sehingga saya tak lagi merasa asing. Saya nyaman dan terkesan.

Seiring dengan masa-masa perkuliahan yang semakin lama saya jalani, Wisma ini menjadi sahabat baru bagi saya. Menjelang lulus, wajah Wisma-pun kian berubah. Semakin banyak pihak yang sayang dan peduli terhadap keberlangsungan hidupnya. Ia dipoles, dipercantik, dan akhirnya menjadi semakin ramah kepada para penyayangnya.

Tak elok rasanya jika hanya berkata-kata, mari saya tunjukkan wujud rumah ini bagi kalian. Gambar yang akan kalian lihat adalah penampakkan Wisma yang saya abadikan bulan Juni lalu.

1. Halaman depan Wisma


Lahan yang biasanya dijadikan tempat parkir. Langkah pertama disapa oleh pohon-pohon rindang dan angin sepoi-sepoi


Lihat lelaki itu? Namanya Pramono atau Mas Pram. Di hadapannya ada Rooney, anjing lucu keturunan pitbull dengan wajah yang memelas. Kawannya banyak. Ada anjing-anjing lain, Borgo, Verita, Stella, dan Kepo.
2. Sekretariat Wisma SY

Ruangan ini tempat pertama kali saya ikut-ikutan rapat kepanitiaan. Kepanitiaan pertama kala itu yang saya ikuti adalah Porseni PMKAJ Unit Selatan. PMKAJ sendiri singkatan dari Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Jakarta. Mungkin kalian yang suka baca post saya sebelumnya, pasti sudah paham akan PMKAJ US itu sendiri.

Tempatnya kecil, namun cukup untuk rapat dan berkumpul. Menginap dan sekedar diskusi pun bisa dilakukan di ruangan ini. Tadinya, ruangan ini penuh barang-barang. Kepedulian (dan himbauan Romo Moderator)-lah yang akhirnya menggiring mahasiswa-mahasiswa untuk sama-sama merapikan, sehingga jadi tampak cantik seperti sekarang.

Tadinya tidak serapih ini. Sekarang sudah jauh lebih menyenangkan untuk disinggahi dan digunakan.
3. Perpustakaan Wisma SY

Tempat membaca. Tempat bertemu kawan. Tempat mengobrol panjang lebar. Tempat menumpang mengisi baterai telepon genggam ataupun komputer jinjing. Tempat menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan. Tempat beraneka ragam buku dan majalah disusun rapi, disediakan bagi para muda-mudi yang haus pengetahuan. Inilah perpustakaan Wisma SY. Tempat di mana ranah intelektual bertumbuh dan berkembang. Inilah bagian intellectual formation Wisma SY.

Lihat pintu abu-abu di sebelah kanan itu? Di dalamnya masih terdapat aneka buku yang dapat kita baca...
4. Aula Atas Wisma SY

Tempat yang digunakan (juga) untuk rapat, misa, atau bahkan penyelenggaraan suatu acara KMK-KMK. Siapa yang tak kenal dia, si Aula Atas dengan berbagai jendela yang menyerap angin bebas? 


Lihat luasnya?
5. Pendopo Wisma SY

Bisa dibilang, tempat ini merupakan primadonanya Wisma SY. Berbagai acara besar, termasuk misa bersama pasti diadakan di tempat ini. Tempat ngobrol, latihan, rapat, kaderisasi, semua pasti dilakukan di sini. Ah, betapa banyak cerita yang kau simpan, Pendopo?

Luas dan terbuka menjadi alasan bagi setiap orang nyaman di sini. Angin dapat dihirup sebanyak-banyaknya. Hawa sejuk diciptakan oleh pepohonan disekitarnya. Bagaimana bisa tak teduh?

Pendopo menjadi bagian 'Friendship Formation' di Wisma SY.


Arah menuju pendopo. Lelaki yang duduk itu (meskipun gambar sedikit gelap) adalah Mas Henk Tay. Ia juga merupakan seorang yang amat sangat peduli dengan keberlangsungan Wisma SY ini...
Ternyata benar, rimbun tak selamanya seram kan? Wisma ini begitu bersahabat, hey kalian...

Inilah pendopo yang sedari tadi saya gaungkan... Wajah baru pendopo yang dibuat lebih ciamik lagi.
6. Barak Wisma SY

Kelelahan di Wisma SY dan ingin menginap? Barak ini pun disediakan sebagai jawaban (fasilitas) bagi mahasiswa. Barak ini terdapat persis di belakang pendopo Wisma SY.

Mereka yang tak bisa pulang ke rumah atau kosan, dapat menginap di barak (jika mau) dan akan merasakan udara malam Depok yang sejuk (tidak dingin dan tidak panas). Tempat tidur bertingkat disediakan sebagai tempat merebah diri. Kadang, seprai tak akan dipasangkan. Jadi, kita harus melayani diri sendiri. Ingat, orang mandiri adalah orang yang dapat melayani dirinya sendiri. Mau seprai, pasang sendiri dan setelah itu dicuci sendiri. Kebersihanpun harus dijaga sebagai bentuk rasa sayang terhadap Wisma SY.


Barak Wisma SY
7. Ruang Diskusi

Ruangan kecil yang terletak di dekat barak dan pendopo ini cukup memiliki fungsi yang beragam. Fungsi utamanya tentu menjadi ruangan tempat berdiskusi, sama seperti nama yang disematkan padanya. Berbagai fungsi lainnya adalah: tempat perkuliahan dan tempat konsumsi dihidangkan jika ada acara di Wisma SY.

Wangi-wangi makanan pasti sudah sering lalu lalang di ruangan ini. Begitupun dengan ilmu-ilmu keagamaan yang diajarkan dosen ke mahasiswa kelas Agama Katolik.



8. Kapel Wisma SY

Beralih ke ranah 'Spiritual Formation' (ingat ada dua ranah lainnya yang sudah disebutkan), Kapel ini menjadi tempat pribadi kita menghadap Tuhan. Meditasi pagi, Misa pagi, ataupun berdoa pribadi, dapat dilakukan di tempat ini ataupun di Gua Maria.

Lagi-lagi, tempat ini pun sudah dipoles dan diperbaharui. Tadinya tidak secantik sekarang.



9. Gua Maria Bunda Perdamaian

Masih di ranah  'Spiritual Formation' yang diusung Wisma SY, tempat ini adalah tempat pribadi kita memanjatkan doa pada Bunda Maria. Bertempat di area belakang Wisma SY, tempat ini dijauhkan dari suasana ramai yang berada di bagian tengah.

Pribadi-pribadi yang ingin berdoa tentunya dapat mendapatkan keheningan yang diperlukan untuk berkomunikasi personal dengan Bunda Maria.





10. Balai Bengong dan Area Belakang Wisma SY

Area ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat mengadakan acara yang berkonsep 'Outdoor'. Dengan kemauan dan kepedulian untuk membuat area ini lebih cantik, dipastikan Garden Party yang menarik akan dapat dilaksanakan di area ini.



11. Pastoran

Mundur sedikit dari area belakang ke depan, pastoran ini biasanya dijadikan tempat berkumpul jika tamu-tamu Wisma SY sedang ramai berkunjung. Romo Moderator akan senantiasa menyantap makan pagi, siang, dan malamnya di sini sambil menonton televisi atau berbincang dengan para tamunya. Sofa dan kulkas menjadi pengisi ruangan ini. 

Pastoran ini berdampingan dengan Kapel Wisma SY, meskipun pintu penghubungnya sudah ditiadakan, sehingga tak lagi ada akses langsung ke Kapel dari Pastoran. 

Dua kamar tidur dilengkapi dua kamar kecil juga menjadi salah satu fasilitas yang disediakan Wisma SY jika ada tamu penting yang menginap. Beberapa kali saya juga pernah merasakan tinggal di kamar ini karena berbagai hal. Nyaman. Ajaibnya, saya selalu nyenyak tidur di sini dan selalu terbangun tepat waktu tanpa terlambat (jika ingin bepergian di pagi hari).





12. OFFICE ROMO

Tempat berjumpa romo moderator. Tempat meminta tanda tangan, menumpang menonton TV, dan tempat menjarah makanan simpanan romo moderator. Aaaah, terlalu banyak kenangan di sini. Dari curhat hingga melontarkan tawa canda.

13. Parkiran dan Toilet Wisma SY

Menempatkan motor. Membuang air kecil. Kedua tempat inilah jawabannya. Dibuat sedemikian bagus melalui proses renovasi kemarin. 


Motor dijejerkan di sini. Kunci ganda adalah hukum wajib. Demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Toilet. Rapih. Bersih. Tinggal dijaga oleh pemakainya. Tak asal meninggalkan kotoran ataupun jejak kaki di daerah sini.

Gambar dan kata di atas apakah sudah jadi seragam dan searah sekarang? Pantaskah saya menyebutnya rumah kedua saya jika yang ditawarkan dan disediakan begitu banyak? Percayakah kalian, di umurnya yang baru, semakin ia akan merangkul kita yang belum mengenalnya?

25 tahun umurnya. Penampakannya dulu tak sebaik dan seindah sekarang. Tapi itulah proses yang dilaluinya sedemikian rupa. 

Romo Markus Yumartana, SJ adalah sosok yang ada dibalik semua perubahan wajah Wisma SY ini menjadi lebih cantik. Tentunya dengan dukungan berbagai pihak dan kalangan yang peduli terhadap Wisma SY. Terima kasih Romo, berkat jasa-jasanya membuat Wisma SY hingga seperti sekarang. Terima kasih telah menjadi kepala keluarga di rumah ini, tempat kedua setelah kampus, di mana saya banyak belajar dan mendapatkan banyak hal serta cerita.

Wajah dan umur barunya tentu tak mampu menutupi pengalaman, cerita, dan kisah hidup yang disimpan dalam memori yang tak terhingga. Tentunya banyak proses pendewasaan yang sudah dilalui oleh Wisma SY, hingga tak sedikit orang-orang berhasil yang berguru di dalam raganya. 

Sarana dan prasarana sudah disediakan. Tinggal siapa yang akan menggunakan dan tentunya merawat. Masihkah kita akan melihat Wisma yang seramah, seindah, dan sebaik ini di tahun mendatang? Di umurnya yang ke-30 nanti, ke-35, bahkan ke-50? Wisma tak akan seramah, seindah, dan sebaik ini lagi jika para penyayangnya tak sayang. Jika tak ada orang lagi yang peduli dan memperhatikan. Siapa lantas para penyayang itu? Entahlah, tapi pasti penyayang itu adalah mereka yang pernah dibangun olehnya dan diajak berpelukan dengannya.

Selamat ulang tahun ke-25 wahai sahabatku, Wisma Sahabat Yesus. Sudah sampai di umur perak, perjalananmu kini. Semoga cerita yang kau simpan, keramahan yang kau tawarkan, serta kesejukan yang kau sediakan akan selalu ada di setiap saat ku bertandang.




2 comments:

  1. keren,kl baca tulisan ini selalu kangen sama situasi wisma :)

    ReplyDelete

Thanks for leaving a comment :)